AkademikBerita Ma'had

Mengajar Lebih Cerdas Bukan Lebih Capek

Bandung, Sabtu, 7 Februari 2026 Tim Pengajar Marhalah Ula (Setingkat SD) mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Zhafir Education Consulting dengan tema “Mengajar Lebih Cerdas Bukan Lebih Capek”

Tips Menjadi Guru yang Berdampak Baik.

Pada kesempatan kali ini, Kang Yaziz dan Coach Hendar yang menjadi fasilitator, keduanya merupakan orang yang sudah banyak memakan asam garam dalam bidang pendidikan.

Pelatihan ini terdiri dari 3 sesi. Sesi pertama diisi oleh Kang Yaziz, beliau merupakan CEO dari Zhafir Education Consulting dan Founder dari Islamic Bilingual School Bandung. Dalam kesempatan ini, beliau menyampaikan materi tentang “Paradigma Kurikulum dan Pembelajaran”. Beliau menyampaikan bahwa kurikulum merupakan serangkaian tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yg digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran. Kemudian beliau juga menyampaikan tentang dimensi kurikulum dan juga komponen kurikulum. Menurutnya, model pembelajaran ICARE yg merupakan akronim dari Introduction, Connection, Aplication, Reflection dan Existension adalah model pembelajaran yg relevan karena berorientasi kepada pengalaman.

Kemudian pada sesi kedua, Coach Hendar atau Dr. Hendar Ahmad Wibisono menyampaikan materi tentang Teknologi pendidikan. Menurutnya, teknologi pendidikan merupakan studi dan etika praktek utk memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja dengan menciptakan, menggunakan, dan mengelola proses teknologi pembelajaran. Dalam teknologi pendidikan, guru berperan sebagai operator yang mengelola proses dan memilihkan sumber pembelajaran yang tepat untuk memfasilitasi belajar murid.

Kemudian beliau juga menyampaikan sebuah teroi dari David Ausuble, bahwa seseorang memperoleh pengetahuan terutama melalui penerimaan bukannya melalui penemuan, kemudian beban kognitif adalah suatu tuntutan yabg harus ditangani oleh otak saat mengerjakan tugas.

Sebuah kaedah pembelajaran yang beliau sampaikan, bahwa dalam pembelajaran membangun konsep dasar itu haruslah kuat. Pengetahuan harus dibangun sebelum membangun pengetahuan lainnya (puzzle knowladge).

Menurut beliau, pembelajaran tidak akan terjadi kecuali ada interaksi antara sumber belajar denga orang yang belajar, baik interaksi tersebut dilakukan secara langsung maupun melalui daring. Kemudian media pembelajaran itu mengandung asas POBATEL yang merupakan akronim dari Pesan, Orang, Bahan, Alat, Teknik dan Lingkungan. Artinya harus ada pesan yang disampaikan oleh orang, bahan dan alat yang digunakan jelas serta dengan teknik yang tepat dan lingkungan yang mendukung.

Diakhir materinya, beliau menyampaikan tentang belajar dan pembelajaran, bahwa :

  1. Terjadinya proses belajar tidak harus ada orang yang mengajar, artinya setiap individu bisa belajar dengan sendirinya tanpa harus ada sumber belajar yang membantu.
  2. Kegiatan belajar tidak dapat diwakili orang lain, harus dialami sendiri oleh si belajar. Artinya setiap individu yang belajar tidak dapat diwakilkan kepada individu yang lain, karena masing-masing memiliki kebutuhan belajar yang berbeda.
  3. Peran utama guru adalah menciptakan kondisi agar terjadi kegiatan belajar pada si pembelajar.
  4. Ketika menemukan kesalahan murid, guru tidak boleh langsung menjudge/menilai kesalahan tersebut, akan tetapi harus dicek terlebih dahulu di mana letak kesalahannya.

Pada kesempatan ini pula Coach Hendar menyampaikan tentang Pendekatan Pemetaan Kebutuhan Murid, yaitu :

  1. Minat belajar
  2. Kesiapan belajar
  3. Profil belajar

Adapun jenis media pembelajaran ada 2, yaitu media yang siap digunakan artinya sudah ada yang membuat media pemebelajaran tersebut dan kita hanya tinggal menggunakannya saja dan media pembelajaran yang sengaja dibuat, artinya belum ada media pembelajaran yang sengaja kita buat sebelumnya.

Pelatihan ini diikuti oleh 25 peserta, Marhalah Ula Ma’had Al Faruq mengirimkan 8 Pengajar untuk mengikuti pelatihan ini. Dikirimnya tim pengajar Marhalah Ula Ma’had Al Faruq ini merupakan komitmen dari lembaga untuk terus meningkatkan kompetensi dan kualitas pendidik demi menjaga amanah dari para walisantri yang menyekolahkan anaknya di Ma’had Al Faruq.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button