Khutbah Jum'at

Khutbah Jum’at: Keutamaan dan Amalan di Bulan Ramadhan

 Khutbah Pertama

الْحَمْدُ للهِ الْوَاحِدِ الْقَدِيْمِ الْمَاجِدِ الْعَظِيْمِ، الْوَاسِعِ الْعَلِيْمِ الَّذِي خَلَقَ الْإِنْسَانَ في أَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ، وَعَلَّمَهُ أَفْضَلَ تَعْلِيْمِ، وَكَرَّمَهُ عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَقَ أَبْيَنَ تَكْرِيْمٍ. أَحْمَدُهُ وَأَسْتَعِيْنُهُ وَأَعُوْذُ بِهِ مِنَ الزَّلَلِ، وَأَسْتَهْدِيْهِ لِصَالِح الْقَوْلِ وَالْعَمَلِ، وَأَسْأَلُةُ أَنْ يُصَلِّيَ عَلَى النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى الرَّسُوْلِ الْكَرِيْمِ الْمُجْتَبَى مُحَمَّدٍ خَاتَمِ النَّبِيّيْنَ، وَسَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ، وَعَلَى آلِهِ الطَِّّبِيْنَ الطَاهِرِيْنَ، وَسَلَّمَ كَثِيْرًا.

وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَمَّا بَعْدُ،

فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ! أُوْصِيْ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَظِيْمِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَأأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Amma ba’du,

Segala puji bagi Allah ﷻ, shalawat serta salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah ﷺ, keluarga, dan Sahabatnya.

Para hadirin, kaum muslimin yang berbahagia …

Salah satu nikmat yang hendaknya kita syukuri yaitu nikmat ditundanya ajal. Kita masih bisa bangun dari tidur yang lelap itu ada tanda kekuasaan Allah jika kita memang mau merenunginya.

Allah ﷻ berfirman dalam surah az-Zumar ayat 42:

اَللّٰهُ يَتَوَفَّى الْاَنْفُسَ حِيْنَ مَوْتِهَا وَالَّتِيْ لَمْ تَمُتْ فِيْ مَنَامِهَاۚ فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضٰى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْاُخْرٰىٓ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّىۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ ۝٤٢

“Allah menggenggam nyawa (manusia) pada saat kematiannya dan yang belum mati ketika dia tidur. Dia menahan nyawa yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti (kekuasaan) Allah bagi kaum yang berpikir.”

Ramadhan Mubarak

Alhamdulillâh, bersyukurlah atas nikmat ini. Betapa Allah ﷻ melihat kemaksiatan kita sepanjang tahun, tetapi Dia menutupi aib kita, memaafkan dan menunda kematian kita sampai dapat berjumpa kembali dengan bulan Ramadhan, in syâ Allah.

Dalam kitab Shahîh wa Dha’îf Ibni Majah dengan sanad yang shahih disebutkan sebuah kisah yang mengundang harap kita.

Diriwayatkan dari Salamah, dari Thalhah bin Ubaidillah Radhiyallahu’anhu bahwa ada dua orang laki-laki suku Baliy datang kepada Rasulullah ﷺ dan mereka berdua masuk Islam bersamaan.

Salah seorang dari keduanya lebih bersungguh-sungguh ibadahnya daripada yang lainnya. Dan laki-laki yang rajin ibadah ini pun ikut berperang di jalan Allah ﷻ hingga ia meninggal, sedangkan laki-laki yang satunya meninggal setahun setelahnya.

Thalhah Radhiyallahu’anhu berkata: Aku bermimpi berada di pintu Surga bersama kedua orang laki-laki tersebut. Lalu ada seseorang yang keluar dari Surga seraya mempersilakan laki-laki yang meninggal lebih akhir untuk masuk terlebih dulu, baru kemudian laki-laki yang gugur sebagai syuhada di medan perang. Kemudian seseorang yang keluar dari Surga itu kembali kepadaku seraya mengatakan:

“Kembalilah engkau, karena engkau belum diizinkan masuk.”

Mimpi ini diceritakan oleh Thalhah Radhiyallahu’anhu kepada para Sahabat, dan mereka merasa aneh, sehingga ia bertemu dengan Rasulullah ﷺ dan menceritakan mimpi tersebut. Maka beliau bersabda:

“Dari sisi mana kalian merasa heran?” (مِنْ أيِّ ذَلِكَ تَعْجَبُوْنَ) Maka para Sahabat berkata: “Wahai Rasulullah, laki-laki ini lebih bersungguh-sungguh, dan ia meninggal sebagai syuhada, tetapi justru laki-laki terakhirlah yang lebih dahulu masuk Surga.”

Maka Rasulullah ﷺ bersabda:

أَلَيْسَ قَدْ مَكَثَ هَذَا بَعْدَهُ سَنَةً.

“Bukankah ia masih hidup selama satu tahun setelah laki-laki pertama gugur?” “Benar,” jawab para Sahabat. Rasulullah ﷺ bersabda:

وَأَدْرَكَ رَمَضَانَ فَصَامَ وَصَلَّى كَذَا وَكَذَا مِنْ سَجْدَةٍ فِي السَّنَةِ.

“Bukankah selama setahun itu ia telah mendapati bulan Ramadhan, lalu ia berpuasa dan shalat seperti demikian? Dan demikian pula ia telah sujud dalam setahun tersebut?”

“Benar,” jawab para Sahabat. Lalu Rasulullah ﷺ bersabda:

فَمَا بَيْنَهُمَا أَبْعَدُ مِمَّا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ.

Maka derajat keduanya jauh berbeda, bagaikan bumi dan langit.”

Para hadirin, kaum muslimin yang berbahagia …

Dalam hadits ini terdapat dalil bahwasanya puasa itu memiliki kedudukan dan derajat yang sangat tinggi di sisi Allah ﷻ…. Jika keadaan puasa seperti itu … Maka hendaklah kita siapkan dengan sungguh-sungguh. Hendaklah seseorang berjuang dan bersungguh-sungguh untuk beramal shalih di akhir Ramadhan.

Ada beberapa amalan di bulan penuh berkah ini, antara lain:

  1. Berpuasa selama satu bulan penuh, ini hukumnya wajib

Allah mewajibkan puasa di bulan Ramadhan ini, salah satu tujuannya yaitu agar hamba-Nya bertakwa.

  1. Shalat Tarawih

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ.

“Sesungguhnya barang siapa yang shalat bersama imam sampai imam itu selesai, maka ditetapkan pahala baginya, seperti shalat sepanjang malam.” [HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasai]

  1. Sedekah

Rasulullah ﷺ bersabda:

الصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ.

“Shaqadah itu akan menghapuskan dosa sebagaimana halnya air memadamkan api.” [HR. At-Tirmidzi (No. 3973)]

  1. Memberi makan kepada orang yang berbuka puasa

Rasulullah ﷺ bersabda.

مَنْ فَظَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهٍ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا.

“Barang siapa yang memberi makanan buka puasa kepada orang yang berpuasa maka dia akan mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa itu.” [HR. Ahmad, at-Tirmidzi dan selainnya]

  1. Membaca al-Qur’an

Bulan Ramadhan merupakan bulan al-Qur’an, sebagaimana difirmankan oleh Allah ﷻ dalam surah al-Baqarah, ayat 185:

شَهرُ رَمَضَانَ الَّذِىّ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْءَانُ هُدِّى لّلِنَاسِ وَبَيِنَتٍ مِّنَ الْهُدَى وَاُلْفُرْقَانِ ….

“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (yang haq dan yang bathil) …. “

  1. Melaksanakan ibadah umrah

Nabi ﷺ bersabda:

عُمْرَةُ فِي رَمَضَانَ تَعْدِلُ حَجَّةً مَعِيْ.

“Umrah pada bulan Ramadhan sama dengan haji bersamaku.”

  1. Menanti malam Lailatul Qadar

Dalam kitab Shahîh al-Bukhari dan Shahîh Muslim dijelaskan bahwa Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيْمَانَا وَاحْتِسَابًا غُفِرَلَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.

“Barang siapa menghidupkan malam Lailatul Qadar karena iman dan berharap pahala, maka diampuni dosanya yang lalu.”

Menurut pendapat yang paling kuat, malam Lailatul Qadar itu ada di antara 10 malam terakhir atau pada malam-malam ganjil sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.

Para hadirin, kaum muslimin yang berbahagia …

Imam asy-Syafi’i pernah berkata: “Siapa yang melaksanakan shalat Isya dan Shubuh (secara berjamaah) pada malam Lailatul Qadar, maka ia telah mengambil bagian dari malam itu.” [Demikian diambil dari Lathaif al-Ma’arif (hlm. 329)]

Apa yang dikatakan oleh Imam Syafi’i Rahimahullah ini sejalan dengan hadits dari Utsman bin Affan Radhiyallahu’anhu, Nabiﷺ  bersabda:

مَنْ شَهِدَ الْعِشَاءَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ قِيَامُ نِصْفِ لَيْلَةٍ وَمَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ وَالْفَجْرَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ.

“Siapa melaksanakan shalat Isya secara berjamaah, maka baginya pahala shalat separuh malam. Siapa melaksanakan shalat Isya dan Shubuh berjamaah, maka baginya pahala shalat semalam penuh.”

[HR. Muslim (No. 656) dan at-Tirmidzi (No. 221)]

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ اقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

*****

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللهِ، نَبِيّنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

Para hadirin, kaum muslimin yang berbahagia …

Ada adab-adab yang mesti diperhatikan, terutama di bulan Ramadhan ini. Ada adab yang sifatnya wajib dan ada yang sunnah:

Adab yang Wajib, antara lain: Shalat wajib secara berjamaah di masjid bagi kaum lelaki; menghindari perkataan dusta dan keji; menjauhi ghibah yaitu mengatakan sesuatu yang tidak disukai oleh orang lain; menjauhi namimah atau adu domba dan juga musik; melakukan muamalah secara jujur dan beradab, termasuk dalam berjual beli dan lain sebagainya.

Adapun adab-adab yang Sunnah, antara lain: mengakhirkan makan sahur, menyegerakan berbuka, makan kurma ketika sahur atau berbuka, perbanyak doa, membaca al-Qur’an, dan berdzikir.

Semoga Allah ﷻ menerima amal ibadah kita, aamiin.

Ya Allah, sadarkanlah kami dari kelalaian, berilah kami taufik untuk berbekal dengan takwa sebelum meninggalkan dunia ini.

Berilah kami taufik dan hidayah-Mu untuk memanfaatkan waktu kami dengan kebaikan.

Ampunilah kami, kedua orang tua kami, dan seluruh kaum muslimin dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.

اَللُّهُمَّ صَلٍّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلٍ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلٍ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدُ. اَللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلٍ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدُ.

اَللُّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعُ قَرِيْبُ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ.

رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَاآ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيْرٌ.  رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَتُبْ عَلَيْنَاً إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.

عِبَادَ اللهِ: إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْقَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ فَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُم، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Penilaian Anda terhadap Artikel ini?

Khutbah Jum'at: Betapa Allah ﷻ melihat kemaksiatan kita sepanjang tahun, tetapi Dia menutupi aib kita, memaafkan dan menunda kematian kita sampai dapat berjumpa kembali dengan bulan Ramadhan.

User Rating: Be the first one !
Source
Penulis: Fauzi Umar Abdul Aziz - Kumpulan Khutbah Jumat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button