Al-Qur'an dan Hadits

Hadits #1: Setiap Amalan Tergantung Niat

  • ๐Ÿ“š Kitab: Riyadhus Shalihin – Imam An-Nawawi Rahimahullah.
  • ๐Ÿ“š Syarah: Bahjatun Nazhirin – Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali Hafidzahullah.

Bab 1: Ikhlas dan Menghadirkan Niat dalam Setiap Perbuatan dan Ucapan, Baik yang Terang-terangan Maupun yang Sembunyi-sembunyi.

๐Ÿ“– Hadits #1: Setiap Amalan Tergantung Niat

ูˆุนูŽู†ู’ ุฃูŽู…ูŠุฑู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ุฃุจูŠ ุญูู’ุตู ุนูู…ุฑูŽ ุจู†ู ุงู„ู’ุฎูŽุทูŽู‘ุงุจู ุจู’ู† ู†ูููŽูŠู’ู„ ุจู’ู†ู ุนูŽุจู’ุฏ ุงู„ู’ุนูุฒูŽู‘ู‰ ุจู† ุฑูŠุงุญู ุจู’ู† ุนุจุฏู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุจู’ู† ู‚ูุฑู’ุทู ุจู’ู†ู ุฑูŽุฒุงุญู ุจู’ู†ู ุนูŽุฏููŠูู‘ ุจู’ู† ูƒูŽุนู’ุจู ุจู’ู† ู„ูุคูŽูŠูู‘ ุจู†ู ุบุงู„ุจู ุงู„ู‚ูุฑูŽุดููŠูู‘ ุงู„ุนุฏูˆูŠูู‘. ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ุŒ ู‚ุงู„ูŽ: ุณู…ุนู’ุชู ุฑุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆุณูŽู„ูŽู‘ู… ูŠู‚ููˆู„ู: “ุฅู†ูŽู‘ู…ุง ุงู„ุฃูŽุนู…ุงู„ู ุจุงู„ู†ูู‘ูŠูŽู‘ุงุชุŒ ูˆุฅูู†ูŽู‘ู…ูŽุง ู„ููƒูู„ูู‘ ุงู…ุฑุฆู ู…ูŽุง ู†ูŽูˆูŽู‰ุŒ ูู…ู†ู’ ูƒุงู†ูŽุชู’ ู‡ุฌู’ุฑูŽุชูู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ ูˆุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ูู‡ุฌุฑุชูู‡ ุฅู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ูˆุฑุณููˆู„ูู‡ูุŒ ูˆู…ู†ู’ ูƒุงูŽู†ู’ุช ู‡ุฌู’ุฑูŽุชูู‡ ู„ุฏูู†ู’ูŠูŽุง ูŠูุตูŠุจูู‡ุงุŒ ุฃูŽูˆ ุงู…ุฑูŽุฃูŽุฉู ูŠูŽู†ู’ูƒุญูู‡ุง ูู‡ู’ุฌู’ุฑูŽุชูู‡ู ุฅูู„ู‰ ู…ูŽุง ู‡ูŽุงุฌูŽุฑ ุฅู„ูŠู’ู‡ู”

ู…ุชูŽู‘ููŽู‚ูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ุตุญูŽู‘ุชูู‡. ุฑูˆุงู‡ู ุฅูู…ุงู…ุง ุงู„ู…ูุญูŽุฏูู‘ุซููŠู†: ุฃูŽุจููˆ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‡ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ุจู†ู ุฅูุณู’ู…ูŽุงุนูŠู„ ุจู’ู† ุฅูุจู’ุฑุงู‡ูŠู…ูŽ ุจู’ู† ุงู„ู’ู…ูุบูŠุฑุฉ ุจู’ู† ุจุฑู’ุฏุฒู’ุจูŽู‡ู’ ุงู„ู’ุฌูุนู’ูููŠูู‘ ุงู„ู’ุจูุฎูŽุงุฑููŠูู‘ุŒ ูˆูŽุฃูŽุจููˆ ุงู„ุญูุณูŽูŠู’ู†ูู‰ ู…ูุณู’ู„ู…ู ุจู’ู† ุงู„ู’ุญูŽุฌูŽู‘ุงุฌู ุจู’ู†ู ู…ูุณู„ู…ู ุงู„ู‚ูุดูŽูŠู’ุฑูŠูู‘ ุงู„ู†ูŽู‘ูŠู’ุณูŽุงุจููˆุฑูŠูู‘ ุฑูŽุถูŽูŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ูŽุง ูููŠ ุตูŽุญูŠุญูŠู‡ูู…ุง ุงู„ู„ูŽู‘ุฐูŽูŠู’ู†ู ู‡ู…ุง ุฃูŽุตูŽุญูู‘ ุงู„ู’ูƒูุชูุจู ุงู„ู’ู…ูุตูŽู†ูŽู‘ุฉ

Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh Yaitu Umar bin Khaththab โ€“radhiyallalahu`anhu- ia berkata: Aku mendengar Rasulullah -shallallhu`alaihi wa sallam- bersabda: Sesungguhnya amal itu tergantung dengan niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan seperti apa yang ia niatkan. Barangsiapa yang ketika hijrah โ€“misalnya- ia hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya niscaya hijrahnya tersebut akan dianggap benar-benar untuk Allah dan Rasul-Nya. Namun barang siapa yang hijrahnya untuk perkara dunia yang ingin diraihnya, atau karena wanita yang ingin dinikahinya, niscaya hijrahnya hanya akan dianggap sebatas apa yang ia niatkan (bukan untuk Allah dan Rasul-Nya).

Muttafaq ‘alaih. Diriwayatkan oleh dua orang imam ahli hadits. Yaitu: (1) Abu Abdillah bin Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah al-Ju’fi al-Bukhari, dan (2) Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim al-Qusyairiy an-Naisaburi dalam kitab Shahรฎh mereka; keduanya adalah kitab tershahih di antara kitab-kitab hadits lain yang pernah disusun.

๐Ÿ“ƒPengesahan Hadits

Hadits ini diriwayatkan oleh al-Bukhari (I/9-Fathul Bรขri) dan Muslim (no. 1907). Telah dinukil secara mutawatir penjelasan para imam (ulama) dalam menghormati hadits ini. Tidak ada kandungan hadits Nabi yang lebih mencakup dan memadai serta lebih bermanfaat daripadanya. Sebab, ia merupakan hadits yang menjadi poros agama Islam.

๐Ÿ“ƒ Kosa Kata Hadits

  • ุญูู’ุตู : Singa atau anak singa. Amirul Mukminin al-Faruq Umar bin al-Khathab dijuluki dengan julukan tersebut (Abu Hafsh).
  • ุงู„ู†ูู‘ูŠูŽู‘ุงุช: Niat, yaitu bermaksud kepada sesuatu yang diiringi oleh atau dengan perbuatan.
  • ุงู„ู‡ุฌู’ุฑูŽุฉ: Hijrah. Menurut etimologi, kata ini berarti meninggalkan sesuatu; adapun menurut istilah syari’ah (terminologi), artinya meninggalkan apa yang dilarang Allah Azza wa jalla. Dalam sejarah Islam, ada dua macam hijrah yang pernah terjadi: (1) perpindahan dari satu tempat yang menakutkan ke tempat yang aman, sebagaimana terjadi pada dua hijrah: hijrah ke Habasyah dan awal mula hijrah dari Makkah ke Madinah; (2) perpindahan dari negeri kafir menuju ke negeri Islam, sebagaimana terjadi setelah Rasulullah menetap di Madinah.

Segala amal perbuatan tergantung pada niatnya, dan seseorang itu akan memperoleh (balasan) sesuai dengan apa yang diniatkannya.

๐Ÿ“ƒKandungan Hadits

  1. Niat menjadi keharusan dalam suatu perbuatan; baik perbuatan itu merupakan tujuan utama, seperti shalat, maupun sekadar sarana atau perantara bagi perbuatan lainnya, seperti thaharah (bersuci). Yang demikian itu disebabkan wujud keikhlasan tidak bisa tergambarkan tanpa disertai niat. Saya sendiri tidak mendapati perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai pensyaratan niat, terkecuali pada perbuatan yang sifatnya sekadar sarana/perantara. Adapun mengenai pensyaratan niat pada perbuatan yang menjadi maksud dan tujuan utama, mereka satu kata (sepakat). Perbedaan pendapat juga terjadi pada penyertaan niat pada awal perbuatan.
  2. Niat itu tempatnya dalam hati, sehingga tidak perlu dilafazhkan dengan lisan (perkataan). Demikianlah kesepakatan para ulama dalam semua ibadah yang disyariatkan; seperti thaharah, shalat, zakat, puasa, haji, memerdekakan budak, dan jihad. Melafazhkan niat dengan lidah atau perkataan adalah bid’ah yang menyesatkan; maka sungguh keliru orang yang beranggapan boleh melafazhkan niat dalam ibadah haji, sedangkan dalam ibadah yang lainnya tidak dibolehkan. Kekeliruan ini dikarenakan orang itu tidak memahami perbedaan antara talbiyah dan niat. Ihwal hukum niat, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menjelaskannya secara terperinci dalam risalah khusus. Saya sendiri juga membahasnya secara luas dalam risalah yang diberi judul ad-Durarul Mudhiyyah fi Ahkรขmil Ikhlash wan Niyyah.
  3. Amal-amal shalih harus disertai niat-niat yang baik. Niat yang baik tidak akan bisa mengubah kemungkaran menjadi kebajikan, ataupun bid’ah menjadi sunnah. Banyak orang yang mengharapkan kebaikan tetapi tidak pernah menggapainya (karena melupakan niat).
  4. Ikhlas karena Allah adalah salah satu syarat diterimanya suatu amal. Sebab, Allah ๏ทป hanya akan menerima amal yang diperbuat secara tulus dan benar. Tulus dalam arti amal itu dilakukan karena Allah ๏ทป, sedangkan benar artinya amal itu dilakukan sesuai dengan sunnah Rasulullah ๏ทบ yang shahih.

*****

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button