50 Hadits tentang Puasa, Ramadhan dan Syawal

Berikut adalah Hadits-hadits Tentang Ramadhan, Puasa dan Syawal yang dikumpulkan dan ditulis oleh al-Ustadz Muslim al-Atsari hafidzahullah. Beliau adalah Pengajar di Pondok Pesantren Ibnu Abbas As Salafi, Sragen melalui situs www.attabiin.com. Semoga Allah ta’ala membalas usaha beliau. Aamin.
(1) Ramadhan, Kesempatan Melebur Dosa
Hadits Abu Huroiroh Radhiyallahu’anhu,
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ، وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ، وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ أَدْرَكَ عِنْدَهُ أَبَوَاهُ الكِبَرَ فَلَمْ يُدْخِلَاهُ الجَنَّةَ»
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, dia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: “Hina seseorang yang namaku disebut di dekatnya, namun dia tidak bersholawat atasku. Hina seseorang, yang bulan Romadhon mendatanginya, kemudian pergi, namun dosanya tidak diampuni. Hina seseorang, yang mendapati kedua orang tuanya sudah tua, namun keduanya tidak menyebabkannya masuk ke sorga.”
📒 HR. Tirmidzi, no. 3545; Ibnu Hibban, no. 908. Dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Misykatul Mashobih, no. 927, Shohih Al-Jami’, no. 3510, Irwaul Gholil, no. 6.
📝 FAWAID HADITS:
- Keutamaan bersholawat untuk Nabi Muhammad ﷺ.
- Keagungan kedudukan Nabi Muhammad ﷺ pada diri seorang muslim.
- Keutamaan bertemu bulan Romadhon, sehingga mendapatkan kesempatan untuk berpuasa dan beramal sholih lainnya untuk melebur dosa.
- Keutamaan mengurusi orang tua yang sudah berusia lanjut, yaitu penyebab masuk sorga.
- Kewajiban bersabar memelihara orang tua yang sudah lanjut usia, dan tidak boleh menyakitinya dengan perkataan atau perbuatan.
- Memanfaatkan kesempatan-kesempatan untuk kebaikan sebelum hilang kesempatan itu.
- Kehinaan bagi orang-orang yang disebutkan di atas.
(2) Ramadhan, Bulan Turunnya Kitab-Kitab Suci
Hadits Watsilah Bin Al-Asqo’ radhiyallaahu ‘anhu,
عَنْ وَاثِلَةَ بْنِ الْأَسْقَعِ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «أُنْزِلَتْ صُحُفُ إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ فِي أَوَّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ، وَأُنْزِلَتِ التَّوْرَاةُ لِسِتٍّ مَضَيْنَ مِنْ رَمَضَانَ، وَالْإِنْجِيلُ لِثَلَاثَ عَشْرَةَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ، وَأُنْزِلَ الْفُرْقَانُ لِأَرْبَعٍ وَعِشْرِينَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ»
Dari Watsilah bin Al-Asqo’ bahwa Rosulullah ﷺ bersabda: “Shuhuf (lembaran-lembaran) Ibrohim alaihissalam diturunkan pada malam pertama dari bulan Ramadhan. (Kitab) Taurot diturunkan pada enam hari setelah lewat dari bulan Ramadhan. (Kitab) Injil diturunkan pada tiga belas (hari) setelah lewat dari bulan Romadhon. Dan (kitab) Al-Furqon (yakni Al-Qur’an) diturunkan pada dua puluh empat (hari) setelah lewat dari bulan Ramadhan.
📒 HR. Ahmad, no: 16984; Al-Ashbahani di dalam At-Targhib wat Tarhib, no. 1818; dll. Dihasankan oleh syaikh Al-Albani di dalam Shohih Al-Jami’ush Shoghir, no. 1497 dan Silsilah Ash-Shohihah, no. 1575.
📝 FAWAID HADITS:
- Kewajiban mengimani kitab-kitab suci yang diturunkan dari Alloh kepada para RosulNya.
- Mengimani nama-nama kitab suci yang disebutkan di dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits. Seperti: Shuhuf Ibrahim, Taurat, Injil, dan Al-Qur’an.
- Bimbingan dan rahmat Alloh kepada manusia, dengan menurunkan kitab suci sebagai petunjuk, dan para Nabi sebagai teladan.
- Keutamaan Nabi Ibrohim, Musa, Isa, dan Muhammad ‘alaihimussalaam.
- Keutamaan bulan Romadhon, bulan turunnya kitab-kitab suci.
- Kitab Al-Qur’an diturunkan pada dua puluh empat hari setelah lewat dari bulan Romadhon, yaitu malam ke 25. Ini sesuai dengan hadits-hadits yang menunjukkan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada malam ganjil dari sepertiga akhir bulan Romadhon. Maka pendapat yang menyatakan bahwa nuzulul Qur’an pada tanggal 17 Romadhon tidak tepat, wallohu ‘alam.
- Kitab-kitab suci sebelum Al-Qur’an khusus untuk kaum tertentu dan pada waktu tertentu. Adapun Al-Qur’an adalah kitab suci untuk seluruh manusia sampai Hari Kiamat. Sehingga Al-Qur’an dijaga keasliannya oleh Alloh Yang Maha Kuasa.
(3) Ramadhan, Kesempatan Meninggkatkan Derajat
Hadits Tholhah Bin ‘Ubaidillah radhiyallaahu ‘anhu,
عَنْ طَلْحَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللهِ، أَنَّ رَجُلَيْنِ مِنْ بَلِيٍّ أَسْلَمَا، فَقُتِلَ أَحَدُهُمَا فِي سَبِيلِ اللهِ، وَأُخِّرَ الْآخَرُ بَعْدَ الْمَقْتُولِ سَنَةً ثُمَّ مَاتَ ، قَالَ طَلْحَةُ: رَأَيْتُ الْجَنَّةَ فِي الْمَنَامِ، فَرَأَيْتُ الْآخِرَ مِنَ الرَّجُلَيْنِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ قَبْلَ الْأَوَّلِ، فَأَصْبَحْتُ فَحَدَّثْتُ النَّاسَ بِذَلِكَ، فَبَلَغَتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: «أَلَيْسَ قَدْ صَامَ بَعْدَهُ رَمَضَانَ، وَصَلَّى بَعْدَهُ سِتَّةَ آلَافِ رَكْعَةٍ، وَكَذَا وَكَذَا رَكْعَةً؟»
Dari Thalhah bin ‘Ubaidillah bahwa dua laki-laki dari Baliy (cabang suku Qudho’ah-pen) masuk Islam bersama-sama. Salah seorang dari keduanya terbunuh di jalan Allah (yaitu: ikut berperang lalu mati syahid). Sedangkan yang lainnya hidup setahun setelah yang terbunuh, lalu meninggal dunia. Thalhah berkata, “Aku bermimpi melihat surga, aku melihat orang yang mati terakhir dari keduanya dimasukan surga lebih dahulu dari orang yang pertama. Di waktu pagi aku menceritakannya kepada orang-orang (lalu mereka keheranan), dan hal itu sampai kepada Rasulullah ﷺ. Maka beliau bersabda, “Bukankah dia (orang yang terakhir mati itu) berpuasa Ramadhan setelah yang pertama (meninggal dunia)? dan dia telah melakukan shalat enam ribu roka’at, dan sekian roka’at lainnya?”.
📒 HR. Abu Ya’ala di dalam Musnadnya, no. 648. Syaikh Husain Salim Asad berkata, “Para perowinya perowi-perowi kitab Shohih/Bukhori”.
Di dalam riwayat lain disebutkan, Rasulullah ﷺ bersabda,
«فَمَا بَيْنَهُمَا أَبْعَدُ مِمَّا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ»
“Jarak antara keduanya lebih jauh dari jarak antara langit dan bumi”.
📒 HR. Ibnu Majah, no. 1403; Ibnu Hibban, no. 2982. Dishahihkan oleh Al-Albani di dalam Shahih at-Targhib wat Tarhib, no. 3366, Maktabul Ma’arif, cet. 1, th 1421 H/2000 M
💡 FAWAID HADITS:
- Kebaikan di dunia dan akhirat adalah dengan Islam.
- Keutamaan terbunuh di jalan Alloh, yaitu ikut berperang melawan orang-orang kafir dan mati syahid. Terbunuh atau dibunuh di jalan Alloh, bukan bunuh diri dengan bom atau lainnya.
- Mimpi ada yang benar datang dari Allah, namun ada juga yang datang dari syaithan. Maka semata-mata mimpi tidak bisa menjadi dalil keyakinan.
- Sholat wajib dan mustahab, serta puasa Romadhon meningkatkan derajat.
- Semua orang beriman akan masuk sorga dengan perbedaan derajat sesuai dengan amal sholihnya.
- Bertemu Romadhon adalah kenikmatan dan kesempatan yang besar untuk menambah amal sholih. Lihatlah sebagian orang yang kita lihat pada Romadhon tahun lalu sudah banyak yang meninggal dunia.
- Sebaik-baik orang adalah yang berumur panjang dan beramal kebaikan. Sebagaimana seburuk-buruk orang adalah yang berumur panjang dan beramal keburukan. Wallohu a’lam.
(4) Kabar Gembira Dengan Kedatangan Ramadhan
Hadits Abu Huroiroh radhiyallaahu ‘anhu,
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُبَشِّرُ أَصْحَابَهُ: «قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ، افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ، وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ، فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ»
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda memberikan kabar gembira kepada para sahabatnya: “Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah Ta’ala telah mewajibkan puasa Romadhon kepada kamu. Di bulan Romadhon dibukakan pintu-pintu sorga, ditutup pintu-pintu neraka Jahim, dan setan-setan dibelenggu. Di bulan Romadhon ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa terhalang dari kebaikannya, sungguh dia telah terhalang (dari kebaikan yang besar)”.
📒 HR. Ahmad, no. 7148, 8991 (ini lafazhnya), 9497, An-Nasai, no. 2106. Dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani dan Syaikh Syu’aib Al-Arnauth
💡 FAWAID HADITS:
- Dianjurkan memberikan kabar gembira dengan kedatangan bulan Romadhon.
- Kewajiban puasa di bulan Romadhon.
- Keutamaan bulan Romadhon, dengan berbagai keistemewaan yang Alloh berikan padanya.
- Di bulan Romadhon terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu lailatul qodr. Terjadi pada salah satu malam ganjil dari sepertiga akhir bulan.
- Memanfaatkan kesempatan untuk ketaatan agar tidak terhalangi dari kebaikan.
(5) Surga Dibuka, Neraka Ditutup, Setan Dibelenggu
Hadits Abu Huroiroh radhiyallaahu ‘anhu:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ»
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Apabila bulan Ramadhan telah tiba, pintu-pintu sorga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan syaitan-syaitan dibelenggu”.
📒 HR. Bukhori, no. 3277; Muslim, no: 1079; ini lafazh Muslim
💡 FAWAID HADITS:
- Sorga memiliki banyak pintu, yaitu 8 pintu, dan dibuka di bulan Romadhon.
- Neraka memiliki banyak pintu, yaitu 7 pintu, dan ditutup di bulan Romadhon.
- Meyakini adanya sorga dan neraka, dan bahwa sekarang sudah ada wujudnya.
- Syaitan-syaitan dibelenggu di bulan Romadhon, sehingga tidak leluasa menyesatkan manusia seperti bulan-bulan lainnya.
- Sebagian orang beranggapan bahwa hal-hal di atas hanyalah ‘ibarat atau gambaran saja tentang semangat taat, menjauhi maksiat, dan kelemahan syaithan menyesatkan manusia.
Anggapan ini jika disertai tidak percaya kepada berita di atas tidak benar, sebab berita-berita dari Alloh dan Rosul-Nya di dalam perkara ghoib harus diimani dan diterima apa adanya, sebab ini bukan bidang akal manusia.
- Kewajiban mengimani perkara-perkara ghoib yang diberitakan oleh utusan Alloh, Nabi Muhammad ﷺ.
- Keutamaan bulan Romadhon dengan berbagai keistemewaan yang Alloh berikan padanya. Wallohu ‘alam.
(6) Pencari Kebaikan, Datanglah! Pelaku Keburukan, Berhentilah!
Hadits Abu Huroiroh radhiyallaahu ‘anhu,
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ، وَمَرَدَةُ الجِنِّ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ، وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الجَنَّةِ، فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ، وَيُنَادِي مُنَادٍ: يَا بَاغِيَ الخَيْرِ أَقْبِلْ، وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ، وَلِلهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ، وَذَلكَ كُلُّ لَيْلَةٍ»
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: “Apabila awal malam bulan Romadhon telah tiba, syaitan-syaitan dan jin-jin durhaka dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satupun yang dibuka, pintu-pintu sorga dibuka, tidak ada satupun yang ditutup. Seorang (malaikat) penyeru berseru, “Wahai pencari kebaikan datanglah, wahai pelaku keburukan berhentilah”. Alloh memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka. Dan (seruan itu) setiap malam”.
📒 HR. Tirmidzi, no. 682; Ibnu Majah, no: 1642; Ibnu Khuzaimah, no. 1883; Ibnu Hibban, no. 3435. Dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani
💡 FAWAID HADITS:
- Keutamaan bulan Romadhon, dengan berbagai keistemewaan yang Alloh berikan padanya.
- Setiap malam Romadhon ada malaikat yang berseru agar pencari kebaikan datang melakukan ketaatan.
- Setiap malam Romadhon ada malaikat yang berseru agar pelaku keburukan berhenti melakukan kemaksiatan.
- Malaikat adalah makhluk yang selalu taat dan mengajak kepada ketaatan.
- Bulan Romadhon adalah bulan yang utama, ada pengaruh terhadap perbuatan ketaatan dan kemaksiatan.
- Amal-amal ibadah, termasuk amalan di bulan Romadhon, menjadi sebab kebebasan dari neraka.
- Meyakini ada sorga dan neraka, dan ini termasuk dalam keimanan kepada Hari Akhir.
(7) Pahala Puasa Tanpa Batas
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.”
(HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151)
🏷️ FAWAID HADITS:
- Karunia Alloh sangat besar, satu kebaikan manusia dilipat-gandakan balasannya dengan
sepuluh kalinya sampai tujuh ratus kali, kecuali puasa. - Keistimewaan keutamaan ibadah puasa, sebab pahalanya dilipat gandakan lebih dari tujuh
ratus kali, bahkan pahalanya tanpa batas, sesuai dengan hikmah Alloh Ta’ala. - Berpuasa harus ikhlas, yaitu meninggalkan syahwat dan makan minum di siang hari karena
Allah. - Kegembiraan orang yang berpuasa di dunia dan di akhirat.
- Bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Alloh daripada bau minyak misk (jenis
minyak wangi yang berkwalitas tinggi). - Puasa adalah tameng yang digunakan seorang hamba untuk melindungi diri dari siksa
neraka. Maka jangan rusak tameng itu dengan kemaksiatan. - Dunia adalah tempat beramal, sedangkan akhirat adalah tempat perhitungan dan
pembalasan amal. Maka manfaatkan waktu dengan sabaik-baiknya.
(8) Puasa Romadhon Harus Dengan Keimanan Dan Keikhlasan
Hadits Abu Huroiroh radhiyallaahu ‘anhu,
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ»
Dari Abu Huroiroh radhiyallaahu ‘anhu, dari Nabi Muhammad ﷺ, beliau bersabda: “Barangsiapa berpuasa Romadhon karena iman dan ihtisab (mengharapkan pahala), dia pasti akan diampuni dosanya yang telah lalu”.
([HR. Bukhori, no: 1901; Muslim, no: 760; dll])
📒 FAWAID HADITS:
- Di antara keutamaan puasa Romadhon, menghapus dosa yang telah lalu.
- Yang dihapus dengan puasa Romadhon adalah dosa kecil setahun yang lalu.
- Ibadah puasa dan lainnya, diterima oleh Alloh jika dilakukan karena iman.
- Ibadah puasa dan lainnya, diterima oleh Alloh jika dilakukan karena ikhlas.
- Semua ibadah memiliki tiga syarat diterima oleh Alloh, yaitu: iman, ikhlas, dan ittiba’ (mengikuti tuntunan).
(9) Amalan Ketaatan Menghapus Dosa Kesalahan
Hadits Abu Huroiroh radhiyallaahu ‘anhu,
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ: «الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ، وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ، مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ»
Dari Abu Huroiroh radhiyallaahu ‘anhu, bahwa Rosululloh ﷺ,bersabda: “Sholat (wajib) yang lima, (sholat) jum’at satu sampai (sholat) jum’at lainnya, puasa Romadhon satu sampai puasa Romadhon lainnya, menghapus (dosa-dosa) yang ada di antara semuanya, jika pelakunya menjauhi dosa-dosa besar”.
📖 HR. Muslim, no. 233/16; Ahmad, no. 9197.
📒 FAWAID HADITS:
- Keutamaan sholat lima waktu, menghapus dosa-dosa di antara waktu-waktu itu.
- Keutamaan sholat jum’at, menghapus dosa-dosa sepekan lamanya.
- Keutamaan puasa Romadhon, menghapus dosa-dosa setahun lamanya.
- Dosa yang dihapus dengan amalan-amalan di atas adalah dosa-dosa kecil. Sebab dihapusnya dosa tersebut disyaratkan menjauhi dosa-dosa besar. Adapun dosa besar diperlukan taubat, semua dosa diampuni dengan taubat.
- Keutamaan amal ibadah bertingkat-tingkat.
- Dosa-dosa tidak sama derajatnya, namun bertingkat-tingkat. Ada dosa-dosa kecil dan dosa-dosa besar.
- Karunia Alloh kepada hamba-hamba-Nya dengan memberikan syari’at yang bisa menyucikan dari dosa-dosa.
(10) Puasa Romadhon Termasuk Lima Rukun Islam
Hadits Ibnu Umar radhiyallaahu ‘anhuma,
عَنِ ابْنِ عُمَرَ، رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَالحَجِّ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ»
Dari Ibnu Umar, bahwa Rosululloh ﷺ, bersabda: “Islam dibangun di atas lima (tiang). Syahadat Laa ilaaha illa Alloh dan Muhammad Rosululloh; menegakkan sholat; memberikan zakat; haji; dan puasa Romadhon”. ([HR. Bukhori, no: 8; Muslim, no: 16])
💡 FAWAID HADITS:
- Agama Islam seperti sebuah bangunan yang memiliki bagian-bagian. Seperti aqidah (keyakinan), amaliyah (amalan) yang berkaitan dengan lidah, anggota badan, dan harta kekayaan. Semua bagian itu penting, namun bertingkat-tingkat kedudukannya.
- Rukun Islam ada lima, yaitu bagian yang terpenting dari amalan Islam. Namun ajaran Islam bukan hanya lima ini saja.
- Kedudukan lima rukun Islam, mengingkari salah satunya merupakan kekafiran.
- Kedudukan syahadat Laa ilaaha illa Alloh dan Muhammad Rosululloh. Orang kafir masuk Islam dengan mengucapkan syahadat.
- Syahadat Laa ilaaha illa Alloh artinya mengakui bahwa tidak ada yang berhak diibadahi selain Alloh. Konsekwensinya: meninggalkan syirik dan beribadah dengan ikhlas kepada Alloh.
- Syahadat Muhammad Rosululloh artinya mengakui bahwa Nabi Muhammad utusan Alloh kepada seluruh manusia. Konsekwensinya: meyakini berita beliau, melaksanakan perintah beliau, meninggalkan larangan beliau, dan beribadah dengan kepada Alloh dengan tuntunan beliau, bukan dengan kebodohan atau hawa nafsu.
- Kedudukan sholat lima waktu, ibadah badan sebagai batas keimanan dengan kekafiran.
- Kedudukan zakat, ibadah harta setahun sekali bagi yang mampu.
- Kedudukan puasa Romadhon, ibadah kesabaran untuk meraih ketaqwaan.
- Kedudukan haji, ibadah badan dan harta, wajib seumur hidup sekali bagi yang mampu. Bukti persaudaraan Islam untuk seluruh manusia.
Penilaian Antum terhadap artikel ini?
Artikel berikut adalah Hadits-hadits Tentang Ramadhan, Puasa dan Syawal yang dikumpulkan dan ditulis oleh al-Ustadz Muslim al-Atsari hafidzahullah. Beliau adalah Pengajar di Pondok Pesantren Ibnu Abbas As Salafi, Sragen. Semoga bermanfaat.




Jazaakumullahukhoiron kepada penulis dan admin yang telah memudahkan kami mendapatkan informasi hadits-hadits tentang puasa ini. Sangat bermanfaat. Baarokallohufiikum.